Peneliti dari National Institute of Environmental Health Science menemukan korelasi positif antara kenaikan tingkat kanker ovarium dan pencucian atau membilas vagina dengan produk pembersih daerah intim wanita (douching).  Lebih dari 40.000 wanita di Amerika Serikat (AS) dan Puerto Rico dipantau selama lebih dari satu tahun, dan diketahui 154 wanita menerima diagnosis kanker ovarium pada akhir waktu pemantauan. Dari jumlah wanita dengan diagnosis kanker ovarium ini, angka tersebut mencapai dua kali lipat di antara wanita yang melaporkan seringkali mencuci vaginanya, di tahun sebelum memasuki penelitian tersebut, biarpun belum diketahui pasti bagaimana hubungan dari kedua hal tersebut.

Membilas atau membersihkan vagina dengan produk pembersih vagina cukup banyak dilakukan di kalangan wanita. Namun, penting untuk dicatat bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi hubungan antara membilas vagina dan kanker ovarium, dimana korelasi tidak selalu berarti sebab dan akibat. Misalnya, wanita yang merasa tidak nyaman atau mengalami infeksi mungkin dapat lebih cenderung membilas vaginanya, dan mungkin juga mengindikasikan kesehatan ovarium yang kurang baik.

Profesor Obstetri dan Ginekologi Klinis di New York University, Raquel B. Dardik, mengatakan, “Wanita yang membilas vaginanya mungkin melakukannya karena mereka memiliki lebih banyak infeksi, dan peningkatan infeksi juga dapat menyebabkan peradangan di jaringan yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kanker.

Membilas atau membersihkan vagina seringkali dianggap dapat menjaga vagina agar tetap bersih dan bebas dari bakteri. Namun, hal itu tidak sepenuhnya terbukti di dunia medis, dan semata-mata berasal dari anggapan dan stigma bahwa vagina itu “kotor” dan tidak higienis. Faktanya, membilas vagina dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi jamur, dimana pembilasan dapat mendorong bakteri atau jamur penyebab infeksi ke organ-organ lain yang lebih dalam seperti rahim, saluran tuba, dan ovarium. Peningkatan infeksi pun dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker.

Salah satu alternatif yang lebih aman untuk mengatasi iritasi dan keputihan di area intim adalah dengan menggunakan gel asam laktat seperti Relactagel®. Tak seperti pencuci vagina, Relactagel® digunakan secara intravaginal (tidak dengan membilas atau membersihkannya) sehingga secara efektif menempatkan gel perawatan di tempat yang dibutuhkan. Dengan gel laktat dapat berada di tempat dan tidak tercuci, Relactagel® memberikan solusi jangka panjang untuk mengurangi infeksi dan pelepasan abnormal.

Asam laktat yang terkandung di Relactagel® dapat mengembalikan dan mempertahankan keasaman alami vagina sehingga menciptakan lingkungan yang sesuai bagi bakteri baik untuk berkembang. Kandungan glikogen dalam Relactagel® memberikan nutrisi untuk bakteri alami sehingga kedepannya dapat mendorong pertumbuhan dan penyeimbangan bakteri baik di secara alami. Selain dapat menghilangkan gejala Bakterial Vaginosis (BV), Relactagel® juga berguna untuk menjaga keseimbangan pH alami vagina, sehingga mencegah kekambuhan dalam jangka panjang.

Dilansir dari Independent.co.uk